Fitrah Manusia
Salah
satu fitrah manusia adalah mendapatkan pengetahuan, dan pengetahuan adalah hal
yang tidak bisa dipisahkan, rasa ingin tahu pada manusia membuat manusia
mengulik apa yang ingin diketahuinya sehingga mendapatkan informasi dari sebuah
kejadian tersebut. Filosof ibnu Sina mengatakan bahwa “barangsiapa yang
kehilangan inderanya maka ia akan kehilangan sebagian pengetahuan” karena tidak
mendapatkan semua fungsi yang ada pada dirinya. Indera batin yang berasal pada
jiwa seperti daya ingat, ketika kita melihat objek sesuatu maka hal itu akan
digambarkan dalam pikiran kita sendiri, sekalipun hal yang sudah terjadi sekian
lama bisa manusia ingat kembali dalam daya ingatnya. Teknologi dan ilmu
pengetahuan yang sangat berkembang saat ini juga merupakan daya imajinatif yang
muncul dan dikembangkan oleh manusia itu sendiri.
Fitrah
adalah salah satu unsur yang ada pada diri manusia tanpa melalui proses belajar
atau batasan-batasan tertentu, semua orang senang pada kebaikan, kebersihan
ataupun kebahagiaan juga merupakan fitrah manusia, hal ini bertujuan untuk
mengenali hal-hal yang ada dalam dimensi manusia untuk bisa mengalami kehidupan
yang baik, begitupun juga dengan akal yang merupakan upaya dalam diri manusia
untuk berpikir dari yang tidak tahu menjadi tahu, sehingga akhirnya manusia
bisa berkesimpulan terhadap informasi yang diraihnya. Akal adalah akal yang
tidak mungkin salah pada tingkatannya, namun jika ada kesalahan yang terjadi
karena ada kekeliruan pada proses penggunaannya, maka diperlukan ilmu agar akal
dapat digunakan dengan benar yaitu ilmu logika/mantiq.
Intusi
adalah pengetahuan atau daya yang ada pada diri manusia untuk mengetahui
sesuatu yang hadir bukan dari proses berpikir melainkan unsur intuitif itu
sendiri atau refleks, seperti halnya mimpi ataupun firasat, dan semua orang
memiliki hal itu, pengetahuan ini tidak dapat digambarkan secara rasional namun
terjadi dalam proses perkembangan manusia. Banyak hal yang hanya mampu dipahami
oleh proses intuitif saja, baru manusia dapat mengolah dengan beragam percobaan
dan melakukan pembuktian secara rasional yang kemudian menjadi satu teori,
sehingga manusia memiliki banyak kemampuan yang kompleks dimana manusia menjadi
makhluk yang sebaik-baiknya makhluk lain.
Comments
Post a Comment