Manusia Dalam Perspektif Filsafat

 

            Filsafat manusia merupakan bagian sistem dan spesifik menjelaskaan tentang hakikat atau eksistensi manusia, dan juga memiliki kedudukan yang setara dengan cabang filsafat yang lainnya. Manusia adalah makhluk yang luar biasa dan diberi kelebihan berupa akal, upaya pemahaman hakekat manusia sudah dilakukan sejak zaman dahulu dan sampai saat ini pun masih belum mendapatkan pernyataan yang benar-benar tepat dan pas karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang unik. Sebagian berpendapat bahwa manusia sebagai makhluk yang memiliki budi, manusia merupakan binatang yang berpikir, manusia pandai menciptakan bahasa dan menjelmakan pikiran manusia dalam sebuah kata-kata, manusia sebagai makhluk yang terampil, juga sebagai makhluk yang dapat bekerjasama, manusia sebagai makhluk ekonomi, dan juga beragama. Segala sesuatu yang ada dikehidupan memiliki asal usul dan tujuan, begitu juga manusia, namun hal ini merupakan substansi yang sulit dijelaskan. Pikiran tidak mampu menjelaskan secara rinci tentang substansi asal mula, namun manusia mampu menyimpulkan dan menilai hakekat asal mula itu hanya satu, ketika manusia menyadari tujuan hidup yang hanya satu, bersifat universal dan metafisis maka hal ini merujuk pada Tuhan. Dalam islam meyakini adanya Allah dan akan kembali kepada Allah, maka orang yang beragama islam setidaknya memiliki beberapa tujuan paling sedikit ada beberapa macam yaitu beribadah, menjadi khalifah, memperoleh kekuasaan dan mendapat ridho Allah, muncul juga pertanyaan lainnya mulai dari pemahaman apa yang dimaksud dengan manusia, kedudukan manusia, tasawuf dan lainnya. Pada dasarnya manusia terdiri dari materi dan non materi, jasmani dan rohani, tubuh manusia memiliki jasmani seperti tubuh, daya dengar, perasa dan lainnya, adapun roh atau jiwa berasal dari non materi atau disebut dengan an nafs yang memiliki tiga daya, pemikiran yang berpusat di kepala, daya rasa di kalbu, dan daya nafsu di perut. Filsafat manusia ini menyoroti tentang gejala atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan, dengan mempelajari filsafat manusia, kita dibawa untuk melihat lebih luas penggambaran esensi manusia, filsafat manusia berguna bukan saja hanya untuk mengetahui manusia secara menyeluruh tapi untuk mengetahui juga siapakah diri kita sesungguhnya dalam pemahaman tentang manusia yang menyeluruh. Hubungan antara manusia dan filsafat terletak pada filsafat yang digunakan untuk mencari hakikat manuisia sehingga diketahui apa saja yang ada dalam diri manusia itu sendiri. Manusia juga memiliki beragam persoalan seperti terkait dengan rohaninya, sosial, dan lainnya, manusia yang tidak memiliki rasa puas akan terus mencari tahu tentang sesuatu yang ingin ia ketahui kebenarannya sehingga manusia mendorong dirinya untuk menciptkan pengetahuan-pengetahuan baru, muncul kemudahan-kemudahan dari hasil olah pikir manusia. Dalam sebuah buku Mystery of Human ditulis bahwa manusia menurutnya adalah makhluk spiritual yang terjebak dalam alam material dan mendapat berbagai perspektif, pembicaraan untuk hal ini menyangkut pada definisi, pemaknaan ataupun pemahaman terhadap manusia itu sendiri.  

 

Comments

Popular posts from this blog

AL-INSAN AL-KAMIL

Fitrah Manusia