Manusia Sebagai Makhluk

 


Pandangan umum dari para filosof atau psikolog membicarakan bahwa  manusia sebagai makhluk materi. Perasaan yang timbul dalam diri manusia dan juga perilaku bergantung pada keadaan secara hormonal dalam diri manusia, dalam filsafat islam menolak pandangan bahwa manusia hanya sebagai makhluk material saja, apa yang ada dalam diri manusia bisa juga dimiliki pada makhluk lainnya seperti binatang, namun manusia berbeda dengan binatang karena di beri akal untuk berpikir lebih, ada unsur non materi yang bekerja lebih yaitu an-nafs (jiwa) sekiranya jiwa adalah materi maka hal yang ada di manusia bersumber dari manusia itu sendiri.

Kesadaran atau ilmu khuduri tentang diri sendiri yang hadir sebagai zat, manusia menyadari dirinya sebagai “Aku” dan akan melekat terus dalam diri manusia, jika kesadaran fisik bergantung pada perubahan sekarang atau sebelumnya maka dirinya akan menjadi identitas yang berubah-ubah, ke-Akuan dalam manusia adalah tunggal dan hal ini jelas bukan sesuatu yang sifatnya material. Manusia terdiri dari dua unsur yang berbeda secara zat dan memiliki kesatuan yaitu raga dan jiwa yang sifatnya non fisik/materi. Filosof berpendapat tentang jiwa yang merupakan zat non materi namun secara aktivitas bersifat material, jasmani dan rohani dalam diri manusia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah, jasmani dalam kebaharuan dan rohani dalam keabadian.

Identitas dalam diri manusia ada pada dimensi nafs-nya sebagai pengendali, aktivitas yang dilakukan oleh tubuh memberi gambaran keistimewaan manusia walaupun keberadaan manusia ini masih memiliki keterbatasan pada tubuhnya. Tubuh manusia memiliki daya fisik atau jasmani berupa daya gerak, menggerakan tangan, kepala dan yang lainnya, sementara dalam nafs memiliki daya pikir yang pusatnya ada di kepala, manusia sebagai perasa dan manusia yang memiliki nafsu dan semua ini dikendalikan oleh manusia itu sendiri. Unsur materi dan non materi dalam manusia mengharuskan dirinya beradaptasi dalam dunia materi untuk mencapai kesempurnaan dari unsur materi seperti tubuh yang kuat dan non materi dengan jiwa yang sehat. Hakikat manusia dalam ketidakkekalan materi dan non materi ini membuat manusia bereksistensi dan berkarya dengan tubuh materi dalam dunia materi, serta tetap bereksistensi menggunakan unsur non materi di dimensi lain pada kehidupannya.

 

Comments

Popular posts from this blog

AL-INSAN AL-KAMIL

Fitrah Manusia