NILAI BAIK DAN BURUK
Dalam kehidupan manusia ada
nilai-nilai yang dapat dirumuskan yaitu baik dan buruk. Dalam filsafat hal ini
dibahas dalam filsafat etika dan moral, manusia fitrahnya menghadirkan atau
menggapai hal-hal makna kesempurnaan, tindakan yang dilakukan oleh manusia
memunculkan nilai baik dan buruk, para filosof menggambarkan nilai baik dan
buruk ini, ada yang mendasarkan dari efek atau manfaat dari tindakan tersebut,
jika efek ini menimbulkan suatu keuntungan dalam hidup maka hal ini adalah
kebaikan namun bisa jadi sesuatu yang tidak menimbulkan manfaat itu adalah
sesuatu yang buruk. Pandangan kedua yaitu baik dan buruk dilihat dari hasrat
dari dorongan yang muncul dari kesadaran manusia maka itu adalah kebaikan, jika
sebaliknya maka hal itu merupakan keburukan, pandangan ketiga memandang bahwa
segala nilai yang ada unsur kesempurnaan maka itu adalah kebaikan, jika tidak
terjadi kesempurnaan maka itu adalah keburukan. Penilaian dan tindakan ini
memunculkan konsep baik dan buruk, namun tindakan semata itu merupakan akibat
dari dorongan sifat dan tindakan manusia, sumber sebenarnya bukan hanyya dari
tindakan saja melainkan kesadaran dari manusia, kesadaran ini dibentuk oleh
cara pandang manusia, menurut Ibnu Sina, nilai tidak didasarkan pada manfaat,
jika manusia merasa bahwa dirinya bermanfaat oleh orang lain ada kemungkinan
hal itu tidak baik atau buruk.
Kebaikan dan keburukan bisa diukur
dari fitrah manusia dan segala sesuatu yang bertentangan dan membatasi
teraktualisasinya dorongan fitrah yang ada dalam diri manusia maka itu adalah
keburukan, kedua adalah akal manusia, tindakan yang dilakukan manusia bisa
memicu baik dan buruknya dinilai dari akal, yang ketiga adalah nilai agama,
agama hadir dalam kehidupan manusia sebagai pembantu dan pedoman hidup untuk
membedakan sesuatu hal yang baik dan buruk yang terjadi dikehidupan manusia,
dan yang keempat ada nilai yang muncul dari budaya, namun hal ini bersifat
relatif, ada juga yang memandang konsep baik dan buruk melalui perbandingan. Namun
ada sesuatu yang dianggap buruk oleh manusia namun bisa jadi hal itu bisa
menjadi hal suatu kebaikan, seperti halnya isyarat dari sakit yang dirasa pada
manusia yang segera harus ia atasi. Cara pandang untuk menilai kebaikan dan
keburukan sangat penting dipahami bahwa ketika kekeliruan pandangan bisa
menimbulkan masalah dalam kehidupan manusia. Kehadiran manusia memberikan makna
tertentu dalam hubungan manusia dengan alam namun kebaikan dan keburukan tidak
hanya berdasarkan atas kepentingan manusia dalam kehidupannya namun ada juga nilai
lain yang mendukung. Kebaikan merupakan hal eksistensial dan keburukan adalah
relatif.
Comments
Post a Comment