RANGKUMAN FILSAFAT MANUSIA
Filsafat
manusia merupakan ilmu yang mempelajari hakikat yang ada pada diri manusia dan
mencangkup semua dimensi manusia, dimensi disini membahas mengenai mental
manusia, fisik, hakikat , tujuan, kedudukan manusia dan hal-hal lain yang
semestinya harus dilakukan oleh manusia agar memiliki kepribadian dan hidup
yang lebih baik lagi. Filsafat manusia merupakan rumusan mengenai manusia dan
hakikat dari manusia itu sendiri, hakikat dari kehidupan manusia adalah
kematian, karena itulah manusia tidak boleh menyia-nyiakan kehidupan dan selalu
dituntut untuk berbuat kebajikan, pada dasarnya manusia diciptakan ke dunia
hanya untuk beribadah kepada Allah, seperti ayat yang terkandung dalam Qs
Ad-Dzaariyat ayat 56 : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan
supaya mereka menyembah-Ku (ALLAH)”. Tujuan manusia dalam menjalankan
kehidupannya tidak lain untuk kembali kepada penciptanya. Manusia memiliki
kedudukan dan peran yang mulia, selain sebagai khalifah, tugas manusia lainnya
adalah untuk memakmurkan bumi juga sebagai hamba Tuhan yang memiliki nilai ke-Tuhanan
yang ada pada dirinya.
Mempelajari filsafat manusia tidak
hanya berguna untuk mengetahui apa dan siapa manusia secara menyeluruh, namun
untuk mengetahui siapa sesungguhnya diri
kita dalam pemahaman manusia secara menyeluruh itu sendiri. Pemahaman inilah
yang akan memudahkan manusia untuk membuat keputusan yang praktis dalam
menjalankan aktivitas dalam keseharian. Unsur jiwa dan raga yang ada dalam diri
manusia tidak dapat berdiri sendiri karena keduanya ada dalam struktur yang
menyatu, jiwa menyatu dengan raga dan raga menyatu dengan jiwa, jiwa yang ada
dalam raga atau badan adalah jiwa yang memiliki kekuasaan atas badan. Dilain
hal, seperti hubungan jiwa dan raga yang ada dalam manusia, kedudukan individu
dalam masyarakat juga merupakan unsur kesatuan maka dapat dikatakan manusia
adalah makhluk sosial, mental yang dimiliki setiap individu memiliki pengaruh
yang besar terhadap perkembangan mentalnya di masyarakat dan masyarakat dapat
memberikan kontrol terhadap mental seseorang.
Manusia
mencari makna mengenai hidupnya sendiri untuk mencapai kesempurnaan lain yang
diinginkan, manusia dapat kehilangan makna karena meletakan pengharapan kepada
hal yang terbatas, orang yang orientasinya terbatas maka yang akan didapatnya
juga terbatas dan seperti kehilangan makna, ketika seseorang meletakan
orientasinya kepada sesuatu yang luar biasa pada nilai yang lebih maka ia akan
mendapatkan makna dan keinginannya yang luar biasa itu sendiri. Makna yang
dicari akan menimbulkan tindakan. Tindakan yang dilakukan oleh manusia akan
menimbulkan nilai baik dan buruk berdasarkan dari efek yang diperbuat oleh
manusia, kebaikan dan keburukan dapat diukur dari fitrah yang ada pada manusia
dan segala sesuatu yang membatasi teraktualisasinya dorongan fitrah yang ada
dalam diri manusia maka itulah keburukan. Selanjutnya ada akal, manusia yang
melakukan tindakan dapat memicu baik dan buruknya dinilai dari akal, nilai
agama berpengaruh sebagai pedoman hidup untuk membedakan hal baik dan buruk
dalam kehidupan, selanjutnya ada budaya yang bersifat relatif memandang konsep
baik dan buruk dari sebuah perbandingan, namun ada juga hal yang dianggap
manusia buruk namun bisa jadi adalah hal yang baik untuk dirinya sendiri. Cara
pandang mengenai penilaian baik dan buruk sangat penting bahwa ketika
kekeliruan pandangan dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan manusia,
kehadiran manusia memberikan makna tertentu dalam hubungan manusia dengan alam
namun kebaikan dan keburukan tidak hanya berdasarkan atas kepentingan manusia
saja melainkan ada nilai lain yang mendukung.
Manusia ideal merupakan gambaran
Tuhan yaitu manusia sebagai objek yang menyatukan Tuhan dengan alam semesta,
insan kamil adalah perwujudan manusia yang sempurna yang terus melakukan
perkembangan dalam hidupnya, tidak menjadikan agama sebagai dogma yang kaku dan
kehidupannya dijalani dengan semangat dan kreatifitas sesuai dengan kehendak
Tuhan. Untuk sampai kepada proses perkembangan, hanya dapat dicapai melelui
jalan dan cara tertentu, ada tiga fase untuk mencapai derajat insan kamil
yaitu, pertama tunduk kepada aturan dan juga hukum Tuhan, aturan yang dibuat
oleh Tuhan tidak lain adalah untuk menunjukan kepada manusia jalan untuk sampai
kepada Tuhan, dengan taat kepada aturan Tuhan sebenarnya manusia akan
memperoleh kebebasan dan tidak membelenggu manusia. Kedua, penguasaan diri
menjadi penting dalam mencapai insan kamil, kecenderungan kepada hal-hal baik
akan menguatkan diri, kecenderungan kepada hal-hal yang buruk akan menimbulkan
kelemahan diri, kecenderungan melakukan hal buruk tidak dapat dihilangkan namun
dapat dikendalikan dan hal ini harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dan
aturan Tuhan. ketiga, kekhalifahan Tuhan yaitu individu yang telah mampu untuk
taat kepada Tuhan yang membuat dirinya mampu untuk mengendalikan diri maka akan
sampai kepada fase insan kamil. Ketiga proses ini dapat dilakukan dengan
sungguh-sungguh dan ketiganya tidak berjenjang satu demi satu, namun saling
merangkum dan melengkapi. Kesempurnaan manusia ada pada rasionalitas yang dapat
diraih dari ilmu pengetahuan dan filsafat, terletak pada kemajuan intelektual
dan moralnya dan diperoleh dengan melalui jalan pengetahuan dan pembentukan
karakter dalam jiwa, peran agama juga penting untuk mencapai kesempurnaan
dengan level yang lebih tinggi lagi.
Comments
Post a Comment